PERKENALAN SEDIKIT TENTANG ILMU NAHWU

  • SIAPA ORANG YANG PERTAMA KALI MELETAKKAN ILMU NAHWU?

Jawab: Beliau adalah Abu Aswad Ad-duali atas perintah Amirul Mu’minin Sayyidina Ali Bin Abi Thalib R.A

      Referensi:

قال في التصريح وقد تظافرت الروايات على أن أول من وضع النحو أبو الأَسْوَدِ وأنه أخذه

أولا عن عَلَى ابْنِ أَبِي طالب رضي الله عيه وكان ابو الاسود كوفي الدار بَصْرِيَّ الْمَنْشَاء

ومات وقد أسن اهـ (حاشية الصبان ج ١ ص : ٢٤)

  • SEJARAH TENTANG AWAL MULA PELETAKAN ILMU NAHWU

Jawab:  Diceritakan tentang sebab diletakkannya (disusunnya) ilmu nahwu oleh Abu Al-Aswad Ad-Du’ali, bahwa pada suatu malam ia berada di atap rumahnya bersama putrinya. Ketika itu sang putri melihat ke langit dan hal-hal yang serupa dengannya, serta keindahan gemerlap cahayanya di tengah kegelapan malam, lalu ia berkata:

“Yā abati, mā aḥsanu as-samā’i” (dengan membacanya: mā aḥsanu — dengan ḍammah pada huruf nūn dan kasrah pada hamzah),
maka Abu Al-Aswad berkata,
“Wahai putriku, (yang kamu maksud adalah) bintang-bintangnya.”
Ia mengira bahwa putrinya sedang bertanya: “Apa yang paling indah di langit itu?”

Namun putrinya menjawab:
“Wahai ayahku, bukan itu yang aku maksudkan. Aku hanya ingin mengungkapkan rasa takjub atas keindahannya.”

Maka Abu Al-Aswad berkata:
“Kalau begitu, ucapkanlah: mā aḥsana as-samā’a (dengan membuka akhir kata), dan bukalah mulutmu (ucapkan dengan benar).”

Ketika pagi tiba, Abu Al-Aswad mendatangi Sayyidina ‘Ali bin Abi Ṭālib (semoga Allah memuliakan wajahnya), lalu berkata:
“Wahai Amirul Mukminin, telah terjadi sesuatu pada anak-anak kita yang tidak kami kenali sebelumnya.”
Kemudian ia menceritakan kisah tersebut kepada beliau.

Maka Sayyidina ‘Ali berkata:
“Itu karena pergaulan orang-orang Arab dengan bangsa Ajam (non-Arab).”
Lalu beliau memerintahkan Abu Al-Aswad untuk membeli sebuah lembaran (kertas), dan beberapa hari kemudian, beliau mendiktekan kepadanya:

“Pembagian kalam (ucapan) itu ada tiga: isim (kata benda), fi’il (kata kerja), dan ḥarf (kata sandang/penghubung) yang datang untuk suatu makna.”

Dan beliau juga menyebutkan contoh kalimat dari bāb at-ta‘ajjub (bab tentang ungkapan keheranan/kekaguman).

Referensi:

(وحكى) في سبب وضع أبي الأسود لهذا الفن أنه كان ليلة على سطح بيته وعنده بنته فرأت

السماء ونحوها وحسن تلأ لؤ أنوارها مع وجود الظلمة فقالت يَا أَبَتِ مَا أَحْسَنُ السَّمَاءِ

بضم النون وكسر الهمزة فقال أَي بِنْيَةِ نُجُومِهَا وظن انها أرادت أي شيء أحسن منها

فقالت يا أبت ما أردت هذا إنما أردت التعجب من حسنها فقال قولى مَا أَحْسَنَ السَّمَاءَ

وافتحى فاك فلما أصبح غذا على سيد على كرم الله وجهه وقال يا أمير المؤمنين حدث في

أولادنا ما لم نعرفه وأخبره بالقصة فقال هذا بمخالطة العجم العرب ثم أمره فاشترى

صحيفة وأملى عليه بعد أيام ، أقسام الكلام ثلاثة إسم وفعل وحرف جاء لمعنى وجملة من

باب التعجب اهـ (مختصر جدا ص :٣

PERKENALAN SEDIKIT TENTANG ILMU NAHWU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas